Menghitung Kehamilan Secara Manual Tanpa USG

Kamis, 23 Mei 2019


Saat ini untuk menentukan usia kehamilan yang paling akurat adalah dengan metode USG. Namun sebenarnya masih aca beberapa cara lain untuk menghitung kehamilan. kali ini kita akan bahas berbagai metode yang dapat menjadi pilihan Anda, berikut pembahasannya.

Proses Kehamilan
Sebelum membicarakan tentang cara menghitung usia kehamilan mari kita pahami dulu bagaimana proses kehamilan terjadi.  Kehamilan terjadi ketika ada konsepsi atau pembuahan sel telur oleh sperma. Konsepsi terjadi saat masa subur selama siklus menstruasi. Berikut ini adalah beberapa cara menghitung kehamilan tanpa USG.

Metode Kalender
Metode yang pertama adalah dengan mengacu pada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). HPHT yang dimaksud adalah hari pertama kali keluar darah pada saat siklus menstruasi. Berdasarkan keputusan para ahli kandungan di seluruh dunia sepakat bahwa usia kehamilan pertama mengacu pada HPHT. Usia kehamilan dinyatakan dalam satuan minggu agar lebih teliti.

Metode ini sangat mudah dan cukup akurat bagi wanita yang memiliki siklus haid normal (28 hari). Namun akurasinya akan menurun pada orang-orang yang memiliki siklus haid tidak teratur, karena saat siklus haid tidak teratur maka masa suburnya pun sulit ditentukan sehinga waktu konsepsi  tidak dapa ditentukan.

HPHT tidak hanya dapat menentukan usia kehamilan tapi juga dapat menetukan hari perkiraan lahi (HPL). Anda dapat menghitung sendiri HPL dengan menggunakan rumus Neagele. Caranya HPHT Anda ditambah 7 hari, dikurang 3 bulan dan ditambah 1 tahun. Misal HPHT Anda 15 Juli 2019, maka (15+7), (7-3), (2019+1) = 22, 4, 2020, jadi HPL Anda adalah 22 april 2020. 

Metode Tinggi Puncak Rahim
Metode penghitungan usia kehamilan tanpa USG yang kedua adalah dengan menghitung tinggi puncak rahim atau fundus uteri. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan oleh dokter atau bidan sehingga akurasinya menjadi lebih baik. Pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu mengukur jarak tulang kemaluan hingga ke puncak rahim dan melakukan perabaan (palpasi).

Cara pengukuran ini didasarkan pada penelitan yang sudah dilakukan tentang hubungan usia kehamilan dan tinggi puncak rahim. Saat usia kehamilan 12 minggu fundus uteri memiliki tinggi diatas panggul. Setelah 18 minggu jarak antara tulang kemaluan dan puncak rahim (dalam cm) sama dengan jumlah minggu sejak HPHT. Pad usia 20 mingu Fundus berada tepat di pusar.

Sama halnya dengan pemeriksaan metode kalender, penghitungan usia kehamilan metode ini juga merupakan perhitungan kasar. Karena berbagai aspek seperti kehamilan kembar, obesitas, tumor rahim atau fundus lebih tinggi atau lebih rendah dapat mempengaruhi akurasi penghitungan. Jika tidak ada aspek pengganggu tersebut Anda bisa memercayai pengukuran ini.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk menghitung kehamilan tanpa melakukan pemeriksaan USG. Jika memang pemeriksaan USG memungkinkan untuk dilakukan sebaiknya USG-lah yg menjadi acuan penghitungan. Berbagai informasi sejenis dapat and abaca di Orami Magazine dengan mengunjungi laman orami.co.id.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
FREE BLOG TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS